Blog

Catatan Hujan, Sajak Sapardi,

“Rintik pertama mendekap diperjalanan akhir tahun. Melihat keluar jendela, lalu menelaah apa memang hujan tanda bahagia?”

Itu terlintas begitu saja, karena ketika hujan datang lebih nikmat jika diam sejenak. Musik santai melagu, minuman hangat menyandu, lalu dilanjutkan menulis beberapa tulisan. Seperti berikut tulisnya,

Belum ada hangat, sebentar terlelap bisa saja rasa itu akan ada. Atau mungkin nanti setelah bangun? Semoga seperti rajutan baju musim dingin dari ibu, pelan-pelan menghilangkan keluh di bulan ini. Hari itu hembusan angin datang dari sang pembuat hujan. Maha indah menghadirkan butiran air yang bisa jatuh membalut seisi bumi, bulir-bulirnya memukul tanah, menjadikan wangi khas dalam indra penciuman. Bagiku pas sekali menjadikan kata-kata yang dirangkai berhari-hari. Temaram warna langit, menawar dengan doa biar tanya jadi tegas yang indah.

Cepat-cepat tangan ini menadahkan air, membasuh ke wajah sisa airnya, menggumam bahwa hujan selalu yang jadi penawar hati, memberi penawar dari duka-duka kehilangan, atau jadi batas-batas ketidak jelasan. Bisa seharian, bisa menyelami suka citamu. Semua suasana bercengkrama, melontarkan suara gemuruh air. Diam-diam mereka juga memantulkan senyuman penyejuk. Lama-lama deras membasuh sukma bukan dalam kecewa.

“Memahami semua ini seperti pertanda yang diada-adakan, yang mungkin kata orang  pertemuan itu tidak akan ada.”

Beginilah tabahku. Nanti, kau jangan jadi hujan yang lalu, jadilah yang abadi di dalam sajak Sapardi. Entah bisa disebut memohon atau memaksa. Ceritanya akan berbeda jika kelak kamu mungkin bersama yang lain. Dan apa jadinya hujan yang aku nikmati bertahun-tahun disetiap akhir tahun, tak akan sama pastinya.

Ini saja sudah dalam khayal, aku hanya melanjutkan dengan tertawa meringis, pun untuk menutup kenyataan yang ada.

Untuk yang membuat arti kata sandaran lebih dari sekedar nyaman, sampai nanti, sampai berjumpa  di lain catatan maupun sajak.

Catatan  tulis Kalagundah 01, Oktober 2017

135Processed with VSCO with b1 preset

Advertisements

Perjalanan dan Kata Kerja Untuk Menyayangimu Kelak

Catatan perjalanan jauhku, tentang perjalanan meletakan penat, serta api dalam rasa sendiriku.

Melangkahkan hati, meninggalkan pekerjaanku, lalu menguras semua resah.

Semua ini demi mengambil matahari pagi, selintas senja,

atau bahkan mencuri sebagian warna semesta untukmu.

 

Continue reading “Perjalanan dan Kata Kerja Untuk Menyayangimu Kelak”